Cokelat Praline – Dijual dalam beragam kemasan Bagian 2

Untuk kemasan stoples, Tita menggunakan beragam bentuk dan model stoples mulai dari bentuk hati, oval, bulat, segi enam, hingga persegi panjang. Sementara kemasan boks tersedia kapasitas 2 – 50 buah, sehingga saat ditata, boks kotak ini menyerupai antaran cake karena cukup besar. Boksnya pun dibuat eksklusif dengan bahan hardbox berwarna emas, dan penutup mika bening agar isinya tetap terlihat. Menjelang hari spesial seperti Valentine, pesanan cokelat biasanya membludak.

Tita kerap mengajak 2 – 3 tetangganya untuk ikut membantu. Tita menjaga betul kualitas cokelatnya. Selain dikemas satu per satu dengan plastik kedap udara, cokelat juga jarang disimpan. Setelahdiproduksi, seluruh cokelat secepat mungkin dikirim ke berbagai kota di Indonesia melalui jasa ekspedisi.

Cokelat Praline – Dijual dalam beragam kemasan

Seluruh praline buatan Tita dibuat dalam berbagai kemasan. Mulai dari kemasan stoples berisi 18 -50 buah, atau dijual per kilogram berisi ratusan cokelat praline karakter. Harganya mulai dari Rp 25 ribu – Rp 120 ribu. Lalu ada pula kemasan boks berisi 2 – 32 buah praline seharga Rp 4.500 – Rp 70 ribu. Seluruh cokelat di tata dengan rapi, sesuai konsep dan permintaan pelanggan.

Jika pembeli memesan sebuah konsep kartu ucapan, setiap cokelat didesain berbeda, lalu ditata hingga menjadi sebuah rangkaian tulisan. Produk ini dinamakan “choco card”. Biasanya pesanan ini datang dari pelanggan yang berulang tahun, dalam rangka hari valentine, pernikahan, termasuk gathering atau acara perkantoran.

Cokelat Praline – Andalkan praline karakter

Craftoflove.id Catering Pernikahan Jakarta. Karakter cokelat yang dibuat Tita bentuknya beragam. Tak hanya tokoh kartun seperti doraemon dan hello kitty yang laris disukai anak-anak, Tita juga membuat ragam bentuk yang lainnya. Jenisnya mencapai puluhan. Tak hanya karakter, ia juga membuat cokelat berbentuk makanan fast food. Bentuk-bentuk ini pun disukai anak-anak karena akrab dengan lidah mereka. Sekilas penampilan, tekstur dan warnanya, betul-betul mirip dengan aslinya, hanya berbeda ukuran karena bentuknya mini.

Baca juga : rebornmind.org

Misalnya cokelat berbentuk burger, hotdog, hingga kentang goreng. Cokelat karakter ini dibuat dalam bentuk praline. “Praline karakter nama bekennya,” jelas Tita. Jika melihat bentuknya, membutuhkan kejelian dan kesabaran untuk membuat setiap buah praline. Karakter seperti bentuk kartun, hewan, hingga makanan memiliki detail yang tak sedikit. Selain bagian wajah seperti mata, hidung, dan mulut untuk karakter yang berbentuk jenis makhluk hidup, ada pula lekukan, tekstur, dan warna yang harus diciptakan agar mirip dengan karakter aslinya.

Apalagi jika membuat bentuk makanan seperti tekstur lapisan burger atau hotdog, bahkan tumpukan kentang goreng bergaya fast food. “Seluruh bagian harus dibuat dari cokelat,” ujar Tita. Selain bentuknya yang menawan, Tita juga banyak menggunakan ragam warna untuk membuat pralinenya. Jenis flavoured chocolate dipilih sebagai bahan baku utamanya, karena sudah memiliki ragam warna, sekaligus rasa.

Baca juga : revogayahidup.com

Ada cokelat rasa stroberi yang berwarna merah muda, hingga cokelat raspberi yang berwarna ungu. Sedangkan warna kuning menggunakan rasa lemon, hijau untuk rasa mint, hingga milk dan white cokelat yang original. Selain rasa dan warna pada cokelat yang beragam, cokelat buatan Tita juga diberi varian isi. “Praline selalu identik dengan isi yang beragam,” tuturnya. Tita banyak menggunakan ragam rasa buah untuk membuat rasa cokelat lebih semarak.

Misalnya buah stroberi, rasberi, bluberi, lemon, nanas, dan mangga yang sudah diolah jadi selai. Lalu ada pula pilihan kacangkacangan seperti mede dan almon. Ada pula praline yang dibuatnya dengan isian kismis dan keju. Setiap cokelat karakter dibuat satu persatu secara hand made dengan tangan. Mulai dari membuat dasar cokelat, sampai penutupnya.

Biasanya bagian dasar dibuat mulai dari wajah, atau bidang utamanya terlebih dahulu. Setelah lapisan dasar mengeras, kemudian diberi cokelat warna selapis demi selapis. “Sungguh butuh ketelatenan luar biasa,” tutur Ibu 3 anak ini. Karena proses pembuatannya yang manual, cokelat ini tidak bisa diproduksi dalam jumlah banyak. Tita biasanya menghabiskan bahan baku cokelat lebih dari 10 kilogram per hari atau sekitar 4 karton cokelat per bulan.

Cokelat Praline Aneka Rasa dan Karakter

Stoica.idCatering Sehat Jakarta. Berbisnis cokelat tergolong usaha yang menggiurkan. Selain mudah dibuat, penggemarnya juga banyak. Bisnis ini bisa dibilang manis di mulut, juga manis di kantong. Asal tekniknya dikuasai dengan baik, berjualan cokelat bisa mendatangkan uang seperti yang dilakukan Tita Adi Prastuty (32), pemilik Cokelat Cinta.

Hari Valentin menjadi saat yang menyenangkan bagi pembuat cokelat. Tita bahkan sudah kebanjiran pesanan sejak bulan Desember 2013 lalu. Cokelat buatan Tita sungguh tampil menggiurkan. Ditambah bentuknya yang lucu, nama Tita melejit di kalangan konsumennya sebagai pembuat cokelat karakter yang cukup laris.

Dari penasaran menjadi bisnis

Tita mengawali usaha cokelatnya sejak tahun 2006. Bak Jokowi, kala itu ia rajin blusukan di kawasan Pasar Jatinegara. Di berbagai toko bahan dan alat kue, Tita selalu melihat banyak orang berkerumun membeli cetakan cokelat. Rasa penasaranlah yang membawanya terjun ke bisnis ini. Iseng-iseng ia bertanya pada salah satu penjualnya, “Untuk apakah alat ini?,” tanyanya. Lantas Tita ikut coba membelinya satu buah, dan minta pentunjuk sang empunya toko untuk mengajarkan cara memanfaat cetakan tersebut.

Awalnya, ia selalu mengalami kegagalan. Misalnya cokelat tak mau leleh, atau teksturnya tidak mengkilat. Pernah pula cokelatnya rusak karena terkena cipratan air, hingga penyimpanan cokelat yang salah. “Saya sampai membuang berkilo-kilo cokelat saat itu,” tuturnya. Setelah paham karakter cokelat, Tita memutuskan merintis bisnis dan mengundurkan diri dari pekerjaan kantoran. Ia ingin bekerja, namun tetap mengurus ketiga buah hatinya. Kerja kerasnya kini berbuah hasil nan manis.

Awalnya, ia mengajak para tetangganya untuk mencicipi dan ikut menjual cokelatnya di sekolahsekolah. Tak lama, banyak penjual maupun pemilik toko yang memesan padanya. Pesanan cokelat pun semakin meningkat. Akhirnya ia membuat foto aneka cokelat buatannya, lalu disebarkan melalui berbagai mesia sosial seperti facebook, kaskus, hingga toko online seperti tokobagus untuk memperkenalkan produknya.

Usahanya semakin laris berkat ketelatenan Tita menjaga kualitas produknya, plus pelayanan prima terhadap pelanggan. “Saya dikenal sebagai orang yang selalu merespon cepat permintaan pelanggan,” tutur Tita bangga. Ia juga membuka diri bagi reseller tanpa mematok minimum pembelian sehingga siapapun bisa ikut memasarkan cokelat produksinya. Cara yang jitu ini mempu melebarkan sayap usahanya hingga menggapai konsumen tak hanya di Jakarta, namun juga di Bandung, Batam, Pangkal Pinang, Riau, dan Bali.