Cokelat Praline Aneka Rasa dan Karakter

Stoica.idCatering Sehat Jakarta. Berbisnis cokelat tergolong usaha yang menggiurkan. Selain mudah dibuat, penggemarnya juga banyak. Bisnis ini bisa dibilang manis di mulut, juga manis di kantong. Asal tekniknya dikuasai dengan baik, berjualan cokelat bisa mendatangkan uang seperti yang dilakukan Tita Adi Prastuty (32), pemilik Cokelat Cinta.

Hari Valentin menjadi saat yang menyenangkan bagi pembuat cokelat. Tita bahkan sudah kebanjiran pesanan sejak bulan Desember 2013 lalu. Cokelat buatan Tita sungguh tampil menggiurkan. Ditambah bentuknya yang lucu, nama Tita melejit di kalangan konsumennya sebagai pembuat cokelat karakter yang cukup laris.

Dari penasaran menjadi bisnis

Tita mengawali usaha cokelatnya sejak tahun 2006. Bak Jokowi, kala itu ia rajin blusukan di kawasan Pasar Jatinegara. Di berbagai toko bahan dan alat kue, Tita selalu melihat banyak orang berkerumun membeli cetakan cokelat. Rasa penasaranlah yang membawanya terjun ke bisnis ini. Iseng-iseng ia bertanya pada salah satu penjualnya, “Untuk apakah alat ini?,” tanyanya. Lantas Tita ikut coba membelinya satu buah, dan minta pentunjuk sang empunya toko untuk mengajarkan cara memanfaat cetakan tersebut.

Awalnya, ia selalu mengalami kegagalan. Misalnya cokelat tak mau leleh, atau teksturnya tidak mengkilat. Pernah pula cokelatnya rusak karena terkena cipratan air, hingga penyimpanan cokelat yang salah. “Saya sampai membuang berkilo-kilo cokelat saat itu,” tuturnya. Setelah paham karakter cokelat, Tita memutuskan merintis bisnis dan mengundurkan diri dari pekerjaan kantoran. Ia ingin bekerja, namun tetap mengurus ketiga buah hatinya. Kerja kerasnya kini berbuah hasil nan manis.

Awalnya, ia mengajak para tetangganya untuk mencicipi dan ikut menjual cokelatnya di sekolahsekolah. Tak lama, banyak penjual maupun pemilik toko yang memesan padanya. Pesanan cokelat pun semakin meningkat. Akhirnya ia membuat foto aneka cokelat buatannya, lalu disebarkan melalui berbagai mesia sosial seperti facebook, kaskus, hingga toko online seperti tokobagus untuk memperkenalkan produknya.

Usahanya semakin laris berkat ketelatenan Tita menjaga kualitas produknya, plus pelayanan prima terhadap pelanggan. “Saya dikenal sebagai orang yang selalu merespon cepat permintaan pelanggan,” tutur Tita bangga. Ia juga membuka diri bagi reseller tanpa mematok minimum pembelian sehingga siapapun bisa ikut memasarkan cokelat produksinya. Cara yang jitu ini mempu melebarkan sayap usahanya hingga menggapai konsumen tak hanya di Jakarta, namun juga di Bandung, Batam, Pangkal Pinang, Riau, dan Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *