KPK Telisik Lagi Pencucian Uang Wawan

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi melanjutkan proses penyidikan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan adik mantan Gubernur Banten, Atut Chosiyah, yaitu Tubagus Chaeri Wardhana. Penyidik kemudian meminta Wawan—sapaan Tubagus— dipindahkan dari Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, ke Rumah Tahanan KPK, Jakarta. “Betul. Masih proses pemeriksaan TPPU. Namun belum dipastikan kapan persidangan,” kata kuasa hukum Wawan, Sukatma, saat dihubungi Tempo, kemarin. Mahkamah Agung memperberat hukuman pidana Wawan dalam kasus suap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar menjadi 7 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara. Wawan sendiri sudah mendekam di sel Lapas Sukamiskin sejak eksekusi putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada 25 Februari 2015. Suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi ini dinilai terbukti menyuap hakim dalam proses penyelesaian sengketa pemilihan kepala daerah Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten.

Dalam proses penyidikan, penyidik menemukan bukti keterlibatan Wawan dalam tiga perkara lain, yaitu dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan kedokteran umum di Puskesmas Kota Tangerang Selatan tahun anggaran 2012, dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana alat kesehatan Provinsi Banten 2011- 2013, dan tindak pidana pencucian uang. Penyidik kemudian menyita 17 tanah milik Wawan di Bali, 42 mobil mewah, dan sebuah sepeda motor HarleyDavidson. Wawan kembali bermasalah dengan KPK dalam kasus dugaan suap Kepala Lapas Sukamiskin, Wahid Husein, 22 Juli lalu. Penyidik KPK tak menemukan Wawan di dalam ruang selnya saat operasi tangkap tangan. Wawan diduga terlibat dalam dugaan suap pemberian fasilitas khusus dan izin ke luar lapas. Sel Wawan kemudian disegel KPK sebagai tempat kejadian perkara. “Belakangan sering terganggu kesehatannya karena vertigo, squeal stroke, serta masalah pada tulang lutut,” kata Sukatma menjelaskan alasan Wawan tak ada di sel saat operasi tangkap tangan. Juru bicara KPK, Febri Diansyah, juga membenarkan rencana pemindahan tempat tahanan bagi Wawan. Menurut dia, pemindahan Wawan didasarkan pada keputusan dan kebutuhan penyelidik dalam menuntaskan kasus dugaan TPPU. “Pemeriksaan Wawan akan dilakukan di gedung KPK.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *